9 Plus dan Minus Penggunaan Atap Pelana di Rumah

Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Atap Pelana

Selain atap spandek dan batu bata, atap pelana termasuk salah satu model atap paling populer di Indonesia. Memiliki gaya yang simpel, atap pelana memiliki model yang sangat mudah dikenali, yakni terdiri dari dua sisi miring yang biasanya ditopang dengan dinding segitiga.

Memanfaatkan material kayu ataupun besi sebagai penopang strukturnya, penggunaan atap pelana memiliki kelebihan dan juga kekurangan yang sebaiknya kamu cermati sebelum menggunakannya. Nah, berikut ini Kania akan membagikan informasi terkait kelebihan dan kekurangan penggunaan atap pelana di rumah agar kamu tidak salah memilih. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Kelebihan Atap Pelana

Setiap hal pasti memiliki kelebihan, begitu juga dengan penggunaan atap pelana di rumah. Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan dari atap pelana, yaitu:

Atap Pelana Mudah Dipasang

atap pelana pada rumah kayu yang unikgoogle.com

Dengan modelnya yang sangat sederhana, proses pemasangan atap pelana tergolong mudah dan cepat. Bahkan, kamu bisa menyesuaikan tingkat kemiringan pada atap pelana menurut model rumah yang ingin diwujudkan, baik itu dibuat landai ataupun menjulang tinggi.

Biaya Pemasangan Atap Pelana Lebih Murah

atap pelana yang diaplikasikan pada rumah minimalispinterest.com

Proses pemasangan atap pelana yang cenderung lebih mudah dan cepat tentu saja memungkinkanmu menghemat pengeluaran untuk membayar jasa tukang yang memasangnya. Tak hanya itu, konstruksi sederhana dari atap pelana pun memerlukan bahan yang cenderung lebih minim ketimbang konstruksi atap lainnya sehingga akan lebih menghemat pengeluaran yang dibutuhkan.

Atap Pelana Bikin Rumah Lebih Sejuk

penggunaan atap pelana pada sebuah rumah dengan dinding batu alamgoogle.com

Memiliki bentuk yang miring, atap pelana juga mampu menyerap panas secara maksimal sehingga bagian dalam rumahmu akan terasa lebih adem. Terlebih lagi jika kamu memasang plafon rumah pada bagian bawah atap, di mana ruangan bagian bawahnya akan semakin sejuk sebab hawa panas yang masuk dari luar akan terkunci di area plafon tersebut.

Atap Pelana Minim Bocor

penggunaan atap pelana pada rumah mewahhouzz.com

Ketimbang jenis konstruksi atap lainnya, model atap pelana memiliki risiko kebocoran yang lebih kecil. Hal ini karena tidak adanya pertemuan arah air yang berbeda sehingga air hujan dapat meluncur bebas ke bawah tanpa hambatan dan meminimalisir adanya genangan air yang menjadi penyebab kebocoran.

Pemanfaatan Ruang Kosong di Plafon

atap pelana pada rumah satu lantaigoogle.com

Tak hanya itu, struktur atap pelana yang membentuk ruang kosong pada bagian bawah atapnya pun bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Kamu bisa mengubah area tersebut sebagai loteng, ruang santai, kamar tidur tambahan, hingga difungsikan sebagai gudang.

Kekurangan Atap Pelana

Ada kelebihan, ada juga kekurangan. Berikut ini merupakan kekurangan dari penggunaan atap pelana di rumah yang bisa menjadi pertimbangan sebelum kamu menggunakannya:

Atap Pelana Rentan Roboh

pengaplikasian atap pelana pada rumah unik di pinggir jalangoogle.com

Atap pelana sebaiknya tidak digunakan oleh rumah yang kerap diterpa angin kencang. Jika konstruksi atap pelana tidak dipasang secara benar dan seimbang, adanya angin kencang bisa meniup atap pelana tersebut sehingga berpotensi terlepas dan menyebabkan roboh.

Atap Pelana Mudah Retak

sebuah rumah di tengah hutan menggunakan atap pelanathegorbalsla.com

Disebabkan oleh adanya paparan panas sinar matahari dan air hujan, permukaan segitiga pada atap pelana juga lebih rentan terjadi keretakan. Untuk meminimalisir hal ini, pastikan kamu menggunakan cat eksterior rumah khusus sehingga dapat mengurangi terpaan air ataupun sinar matahari berlebih.

Beban Air Hujan Pada Atap Pelana

sebuah rumah tua yang megah menggunakan atap pelanapixabay.com

Mengingat atap pelana hanya terdiri dari dua sisi, maka aliran air saat terjadi hujan akan menjadi lebih deras. Alhasil, pembuatan atap pelana dengan sudut yang terlalu landai bisa meningkatkan beban pada struktur sehingga potensi roboh menjadi lebih besar.

Pasang Atap Pelana Secara Cermat

rumah minimalis unik menggunakan atap pelanaarchello.com

Dalam membangun atap pelana, sebaiknya kamu pun melakukan penghitungan secara cermat. Idealnya, kemiringan atap pelana dibuat antara 30 sampai 40 derajat sebab jika terlalu landai bisa meningkatkan beban akibat air dan membuat air sulit mengalir, sedangkan jika terlalu curam bisa menyebabkan genting rumah lebih mudah terlepas.

Melalui ulasan mengenai plus minus atap pelana di atas, diharapkan kamu bisa memilih model struktur atap secara tepat atau memaksimalkan pembuatan atap pelana di rumah. Jangan lupa, temukan artikel dengan informasi menarik lainnya hanya di Dekoruma.

Jika kamu sedang mencari aneka furnitur dan alat rumah tangga, kamu bisa menemukannya di Dekoruma, lho! Dekoruma jual meja, aneka penyimpanan, alat kebersihan, hingga tempat tidur. Tunggu apa lagi? Yuk, langsung saja cek dan temukan di Dekoruma sekarang juga!

Leave a Reply