Yuk, Kenalan dengan 3 Model Rumah Adat Maluku Beserta Keunikannya!

Ragam Model Rumah Adat Maluku

Kekayaan budaya Indonesia patut membuat masyarakatnya berbangga, termasuk untuk rumah adat yang begitu beragam. Dari sekian banyak rumah adat di Nusantara, salah satu yang unik adalah rumah adat Maluku di Indonesia bagian Timur.

Arsitektur rumah adat Maluku terlihat megah, tak beda dengan rumah adat dari provinsi lainnya. Akan tetapi, jika mengintip lebih dalam dan saksama, kamu akan menemukan banyak keunikan dari rumah adat Maluku, mulai dari model hingga filosofinya yang menarik. Pasti kamu penasaran, ‘kan? Yuk, kenalan dengan macam-macam model rumah adat Maluku beserta keunikannya bersama Kania!

1. Rumah Baileo

Rumah adat Maluku yang paling terkenal adalah Rumah Adat Baileo. Model ini termasuk yang paling banyak digunakan sehingga sering dianggap sebagai perwakilan rumah adat Maluku secara umum.

Rumah Adat Maluku Baileogoogle.com

Dengan konsep arsitektur terbuka, rumah adat Maluku Baileo berbentuk panggung persegi dengan ketinggian antara satu sampai dua meter. Filosofi tidak berdinding ini berasal dari kepercayaan masyarakat setempat yang memudahkan roh-roh leluhur saat keluar masuk rumah Baileo. Selain itu, ada pula tempat sesaji khusus di bagian depan yang bernama Pamali. 

Dari segi bahan, model rumah adat Maluku ini menggunakan kayu untuk struktur utamanya. Sementara itu, dindingnya memakai tangkai rumbia yang disebut gaba-gaba. Untuk atapnya juga menggunakan bahan rumbia. Nah, untuk pondasi bangunan, rumah adat Maluku Baileo ditopang dengan tiang-tiang kayu kelapa pendek yang ditanam ke dalam tanah.

Model Rumah Adat Maluku Baileocagarbudaya.kemdikbud.go.id

Keunikan rumah adat Maluku Baileo juga hadir pada bagian lantai rumah panggung yang menggunakan bahan papan. Alas lantai ini kemudian disusun pada kerangka tanpa dipaku alias teknik kunci. Meski demikian, hasil lantai rumah adat Maluku Baileo ini tetap rapi, kuat, dan tidak berderit. Selain itu, di sekeliling dalam rumah adat Maluku ini juga akan terlihat ukiran ayam atau anjing yang berpasangan, bulan, bintang atau matahari berwarna-warni.

Nah, jika dilihat dari segi fungsi, rumah adat Maluku ini dahulunya untuk rumah raja atau kepala desa. Baileo juga digunakan sebagai rumah ibadah, balai desa, area musyawarah dan tempat tinggal. Bagian dalam rumah adat Maluku Baileo cukup luas walau hanya terdiri dari dua ruangan saja, yaitu untuk kebutuhan sosial dan privasi.

2. Rumah Sasadu

Rumah Adat Maluku Sasadugoogle.com

Berikutnya, ada model rumah adat Maluku Sasadu yang merupakan peninggalan otentik dari suku Sahu dari Halmahera. Walaupun konsepnya sama dengan rumah Baileo, yaitu terbuka, tapi ada banyak perbedaan yang cukup signifikan pada rumah adat Maluku yang satu ini. 

Pertama, Sasadu bukanlah rumah panggung melainkan rumah atap. Kedua, dari segi bahan utama, rumah adat Maluku Sasadu lebih menggunakan dedaunan, seperti ijuk, daun kelapa, dan daun sagu. Pancang-pancang tiang ini terdiri dari beberapa pintu yang fungsinya berbeda untuk akses perempuan, laki-laki, dan tamu. Terakhir, fungsi rumah adat Maluku ini lebih digunakan untuk acara publik atau musyawarah.

Model Rumah Adat Maluku Sasadugoogle.com

Filosofi rumah adat Maluku Sasadu adalah keterbukaan, kestabilan, dan kearifan. Ini tercermin dari arsitektur bagian atap yang lebih pendek dan tanpa dinding. Bagian atap dilengkapi dengan bola ijuk dan ukiran adat yang berbentuk perahu sebagai bentuk kebanggaan masyarakat Maluku yang merupakan keturunan pelaut handal.

3. Rumah Hibualamo

Hibua artinya rumah dan lamo artinya besar, maka rumah adat Maluku ini secara harfiah berarti rumah besar. Rumah Hibualamo tergolong lebih modern dibandingkan dengan kedua jenis rumah adat sebelumnya. Bahkan, rumah adat Maluku ini dilengkapi dengan dinding solid, seperti model rumah modern pada umumnya.

Rumah Adat Maluku Hibualamogoogle.com

Rumah adat Maluku Hibualamo tetap punya ciri khas tersendiri, yaitu berbentuk perahu yang mencerminkan budaya maritim Tobelo dan Galela, yang mana keduanya adalah suku pelaut. Rumah adat Hibualamo dilengkapi dengan delapan pintu masuk di empat penjuru mata angin dan ukurannya cukup luas.

Sementara itu, pewarnaan rumah adat Maluku ini biasanya menggunakan empat warna, yaitu merah, kuning, hitam, dan putih yang masing- masing berarti gigih, megah, solider, dan suci. Untuk fungsinya, rumah adat Maluku ini sering digunakan juga untuk berkumpul, terutama untuk merayakan upacara adat menjelang masa panen. Selain itu, bisa juga digunakan untuk kegiatan masyarakat lain, seperti ramah-tamah antar suku.

Keren-keren banget, ‘kan ketiga model rumah adat Maluku di atas? Kalau kamu berkunjung ke Maluku, jangan lupa untuk melihat ketiga rumah adatnya secara langsung, ya Semoga artikel ini bermanfaat untukmu!

Kamu sedang mencari aneka furnitur dan dekorasi untuk melengkapi hunianmu? Kamu bisa menemukannya di Dekoruma, lho! Dekoruma jual furnitur yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan, seperti meja makan, sofa, kasur, hingga rak sepatu.

Furniturnya pun tersedia dari berbagai merek. Dekoruma jual Livien, Heim Studio, dan Pro Design. Yuk, temukan semua keperluan rumahmu di Dekoruma!

Leave a Reply