Bahayakah Menggunakan Alat Penghemat Listrik di Rumah?

Mengetahui Fakta Alat Penghemat Listrik

Alat penghemat listrik sudah bukan produk baru bagi masyarakat Indonesia. Banyak produsen yang berlomba-lomba membuat alat penghemat listrik yang diklaim bisa menghemat energi listrik sehingga dapat mengurangi biaya listrik bulanan. Namun, jangan terlalu buru-buru untuk membelinya. Ada baiknya kamu ketahui dan pahami dulu mengenai kebenaran alat penghemat listrik. Yuk, langsung saja simak ulasan Kania mengenai alat penghemat listrik berikut ini!

Ketahui Seluk Beluk Alat Penghemat Listrik

alat penghemat listrik warna biru

seisdigital

Umumnya, alat penghemat listrik berbentuk kotak kecil dengan komponen listrik di dalamnya. Para ahli dari Kepala Laboratorium Pengukuran Listrik Departemen Elektrik Engineering Universitas Indonesia sudah pernah memastikan isi dari alat penghemat listrik ini.

Setelah diteliti, alat penghemat listrik terdiri dari satu komponen inti yang disebut kompresor. Selain itu, di dalam alat penghemat listrik juga terdapat kapasitor yang dilengkapi dengan saklar, lampu indikasi, dan voltmeter atau alat pengukur tegangan.

Desain dari alat penghemat listrik ini hanya berlaku sebagai beban listrik reaktif kapasitif yang sanggup mengimbangi beban listrik induktif. Secara sederhana, alat penghemat listrik bisa menstabilisasi kinerja alat elektronik, tetapi hanya dalam kapasitas tertentu saja.

Hasil Riset : Alat Penghemat Listrik Tidak Mengurangi Rekening Listrik

seseorang sedang memegang alat penghemat listrik warna hitamyoutube

Selaku badan pemerintahan untuk jasa penyedia listrik nasional, PT. Perusahaan Listrik Negara juga sudah melakukan uji coba terhadap alat penghemat listrik. Setelah diuji coba, terbukti bahwa penggunaan produk ini tidak efektif atau sama sekali tidak berpengaruh terhadap hitungan tagihan listrik bulanan.

Pemeriksaan lebih lanjut juga semakin menguatkan bahwa fungsi alat penghemat listrik hanya sebagai stabilisator atau mengoptimalisasi kinerja listrik di rumah. Namun, alat penghemat listrik sama sekali tidak ada kaitannya dengan perhitungan biaya listrik.

Alat Penghemat Listrik Belum Mendapatkan SNI 

logo Standar Nasional Indonesiabsn.go.id

Standar Nasional Indonesia atau yang lebih sering disebut dengan SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Dilansir dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bapak Direktur Pembinaan Program Kelistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengatakan bahwa alat penghemat listrik belum mendapatkan lisensi SNI yang sah.

Dengan demikian, produk alat penghemat listrik yang beredar di pasaran rata-rata belum mendapatkan pengujian layak konsumen. Walaupun penggunaan alat penghemat listrik tidak dilarang, masyarakat disarankan untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan alat penghemat listrik.

Alat Penghemat Listrik Dikhawatirkan Menambah atau Mempengaruhi Daya Aktif

alat penghemat listrik yang dicolok ke saklar listrikyugatech

Alat penghemat listrik memiliki kontroversi tersendiri. Para pengamat dari diskusi energi listrik pernah mengatakan bahwa sudah ada bukti laboratorium dari Universitas Indonesia yang menyatakan bahwa alat penghemat listrik tidak dapat menurunkan daya aktif (watt). Malahan sebaliknya, alat penghemat listrik cenderung menambah atau mempengaruhi daya aktif listrik di rumah. Meskipun tidak secara langsung menambah biaya atau rekening listrik, tapi bukan tidak mungkin alat penghemat listrik mempengaruhi kinerja listrik yang bisa berakibat fatal.

Alat Penghemat Listrik Lebih Kepada Tujuan Komersil

seseorang memegang dua lembar uang lima puluh ribu dan dua lembar uang seratus ribuimg.voi.id

Walaupun alat penghemat listrik diklaim berfungsi untuk menekan rekening listrik bagi masyarakat yang menggunakannya, tapi ditegaskan bahwa produsen alat penghemat listrik tidak bisa benar-benar membuktikan fungsi tersebut.

Oleh karena itu, sudah diterbitkan  UU Nomor 30 tahun 2009 pasal 54 oleh Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu yang menegaskan bahwa setiap orang yang melakukan kegiatan usaha jasa penunjang tenaga listrik tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan dengan paling banyak denda Rp2 miliar.

Nah, setelah mengetahui dan memahami tentang alat penghemat listrik, diharapkan kamu bisa dengan bijak memikirkan sebelum membeli atau menggunakan alat penghemat listrik. Jangan lupa baca juga informasi menarik lainnya hanya di Dekoruma!

Kamu sedang mencari furnitur baru untuk hunianmu? Dekoruma jual kursi, meja, sofa minimalis, lemari, hingga kabinet dengan model multifungsi dan space-saving. Yuk, wujudkan rumah impianmu bersama Dekoruma!

Leave a Reply